Minggu, 10 Juni 2018

and on this very second, i'm getting mixed feelings about everything going on right now. i don't know if this is just the effect of that one fic i read a few minutes ago and how angst-y it was, or the way i've never been content with everything i do, or this is just that feeling you have when you admire someone too much but they're just so far away and you can't reach them, or this confusion and the needs to win and win and to reach the goals but doesn't have any confidence in doing so.

i don't know. it's all mixed up into one big whirlpool of emotion.

maybe i have a weak heart. maybe it's just the way it is and there's nothing wrong with it. maybe everyone's feeling the same way.

but either way, it's still the same disappointment. the same confusion.

and so i hope a piece of paper and an ink can help me connect these pieces.


Minggu, 03 Juni 2018

timeline hidup

hasil tidak pernah mengkhianati usaha, kan? terkadang emang harus dibawa muter-muter dulu, sebelum kemudian sampai di tempat yang seharusnya.

enggak, hidup bukan kompetisi. kita mendapatkan hal yang kita butuhkan, untuk diri kita sendiri. jadi usaha memang seharusnya untuk menjadi diri yang lebih baik, bukan untuk orang lain, apapun konteksnya.

life is unfairly fair.

Jumat, 11 Mei 2018

how flawed

feminism seharusnya bukan suatu hal yang sesempit itu.

sure, aku pun ngerasa cara mereka itu rada kurang tepat, aku pun gak ngerti kenapa mereka merekrut begitu byk orang yg "kurang tercerdaskan" buat turun ke jalanan, menuntut tuntutan yg mereka pun kurang paham tarikannya dari mana. aku pun ngerasa kenapa mereka hanya turun ke jalan, tanpa suatu tindakan konkrit yang lebih esensial? tuntutan mereka sasarannya bukan untuk publik, tuntutan mereka sasarannya pun bukan cuma pemerintah.

tapi feminism bukan cuma sekadar menuntut kesamaan hak, bukan cuma "gw mau pake baju apapun suka-suka gw", bukan cuma wanita-wanita gak jelas yg pengen, kesannya, "diberi privilege lebih".

mungkin salah satu cacat dari publikasi gerakan ini tuh ya mereka cuma mempublikasi orang-orang yg menuntut hal-hal shallow itu aja.

meanwhile,
nun jauh di sana seorang perempuan dijauhi oleh orang-orang sekampung karena lagi menstruasi.
nun jauh di sana bangku sekolah terlarang untuk perempuan.
nun jauh di sana sekumpulan perempuan masih percaya kalau dia hanya diciptakan untuk memenuhi hasrat laki-laki.
nun jauh di sana pernikahan, meski di usia muda, sounds like a much, much better life plan for our sisters out there, daripada dikucilin satu kampung karena predikat "perawan muda".

dude, kalau kamu dengar itu kamu beneran gamau merjuangin hak-hak mereka?

kadang sedih aja kalo orang-orang udah menyempitkan arti feminisme jadi semungil itu..

aku beneran gak paham ya orang-orang yang "anjir cewek-cewek teriak-teriak equality tapi di kereta masih minta tempat duduk"
apa anda gak terlalu mengeneralisasi?

bahkan pencerdasan soal perempuan-perempuan malang yang aku deskripsikan di atas belum sampai ke telinga semua orang, pencerdasan soal keseteraan yang dikoar-koarkan itu masih diterima sebagai "spektrum" yang berbeda-beda buat tiap orang. jadi gak bisa menjudge feminism itu sendiri dari beberapa orang yg salah paham.

kalau dari aku sendiri, kesetaraan itu tentang memberikan kesempatan yang sama untuk berkarya, dengan masih mempertahankan kodrat perempuan sebagai perempuan, dan laki-laki sebagai laki-laki.

correct me if i'm wrong.

ah tapi mau ralat. setelah dipikir2 emang feminisme itu sebuah spektrum yang penerimaan dan penyampaiannya bisa beda-beda untuk dan dari setiap kalangan. mungkin apa yang aku deskripsikan di atas cuma bagian dari feminisme, bukan feminisme itu sendiri secara keseluruhan. tapi ya, ngerti lah ya maksud aku.

mungkin aku pun harus banyak-banyak baca paper tentang ini ya, biar bisa liat pandangan objektif dari orang-orang yg emg profesional. tulisan di atas cuma sekadar opini dari apa yg aku liat dan baca dikit2 aja. masih bego, tapi gatau kenapa gatel aja pgn nulis.