Rabu, 18 Oktober 2017

i'm a melancholic, so here's a little something i make when i should be studying

it's too late now i guess:

to say that it's never been about looks, i hope you knew that.

it was just a really wrong time.

i was a really reckless human.

and  a really bad liar.

but it's too late now.

i wish i knew how you felt.

felt, as in past tense, because i still live in those rare moments.

and the present me can't let go even though it hurts.

and my eyes are blind to the hopelessness.

and even though it's thin, i'm still hanging by a thread.

i don't know how strong it is,

but i'm still here.

i want to be saved, but at the same time, heck;

just seeing you happy makes me happy.

so smile away, dove.

i don't want to burden you.

Sabtu, 16 September 2017

poetry

meluncur, halus.

naiki kereta larut malam itu--ya, kereta yang berwujud bait kata-kata itu--izinkan ia membawamu pada stasiun terakhirnya yang tersembunyi. stasiun yang kelam sekaligus terasa seperti rumah. stasiun yang dingin, namun familiar. stasiun itu bernama perasaanmu.

kereta itu adalah puisimu.
.
.
.
saya selalu suka dengan puisi. kata-kata sarat majasnya membuat emosi saya tergelitik, membuat saya meneliti perasaan saya. ketika saya membaca, saya tertarik ke dalamnya, menjadi satu dengan bait-bait itu, menjadi tokoh utama dalam selancaran kalimatnya yang membuai. ketika saya menulis, saya menumpahkan diri saya, seketika saya melucuti mekanisme pertahanan bullshit itu, menelanjangi diri saya, menjadi saya.

tidak usah di-state lagi seharusnya, kalau saya sangat suka puisi.

saya suka kata-kata.

mereka mendeskripsikan hidup, mereka membuat visual-visual kompleks itu menjadi suatu rangkaian huruf yang sederhana dan rendah hati--menjadi sesuatu yang indah dan menarik dipandang mata. mereka mengail kesadaran saya, membuangnya jauh-jauh, dan hanya menyisakan nurani untuk bekerja.

karena ketika kita menulis, kita menulis dengan hati, bukan dengan logika, iya kan?

kalau kamu, bagaimana?

apa yang kamu sukai?

Rabu, 06 September 2017

[berkeluh kesah]

sesusah itu kah untuk gak takut?

saya sudah gak tau lagi gimana caranya. saya punya pemikiran, saya punya pendapat--tapi saya gak bisa buka mulut. tiba-tiba, sesaat sebelum ngacung tangan, terbayang semua orang yang akan mendengarkan, tiba-tiba nervous dan deg-degan, tiba-tiba memikirkan segala imajinasi hiperbolis di mana saya disudutkan dan ditinggal karena pemikiran saya tersebut. tangan dingin, rasanya ingin menghilang, ingin nangis.

saya bener-bener gak tahu harus gimana. saya gak mau takut. saya mau menulis, seperti ini, di suatu platform yang tidak orang lain tahu, mencurahkan isi perasaan saya di sini. sembunyi. sendiri.

tapi itu namanya sama aja kayak melarikan diri, kabur, pengecut, loser. kan?

beneran, saya gak tau harus gimana.

apakah saya bener-bener harus mencoba untuk get over it? mencoba menantang ketakutan itu? ketakutan terbesar saya itu?

tapi jujur, gak segampang itu. setiap kali saya mau membuka mulut, kamu gak tau se-nervous apa saya. rasanya mau nangis, mau ngilang. aku juga capek takut terus, aku capek sembunyi di belakang terus, aku capek kabur terus.

kalo kamu punya solusinya, aku bener-bener mau mendengar.

karena aku beneran capek dengan ketakutan ini. aku mau berani, mau ngomong, mau melakukan sesuatu.

atau, ini gak papa? atau, sebaliknya, biarin aja?

Sabtu, 26 Agustus 2017

maybe a--not--so--?\ \

/ / i n t e r m e z z o / /

ia benci mengakuinya.
tapi mungkin ia pernah tenggelam;
pada sepasang manik kelam tak berdasar,
yang merupakan matamu.

tenggelam;
dan jatuh;
jatuh;
ia biarkan dirinya jatuh;
padamu.

adamu.
-----

honey, I don't need you to be around for I would even heartily trash away my five senses just to utterly fall for (this complete pitch black hole I call) you. 

dove, I would be beyond delighted to let this flawed conscience rot away and die.

on this dirty, dark soil, my presence must be truly honored just by carefully caressing your existence.

and you, Sire of my heart, you don't even know.

-----

she lied, she's not that strong. she wants all of this to stop. and you, sir, to begone.

-----

adamu masih tersisip di antara melodinya;
berdansa dengan nadanya.
sejak--
ah,
sampai kapan?

betapa ia berharap akan
kefanaan;
bahwa kau hanyalah sebuah intermezzo;
interlude dalam hidupnya;
sebuah jeda.

ia benci mengakuinya;
tapi mungkin ia pernah tenggelam.

/ / k a t a o m o i / /

-----

i hate how the first """""poem"""" don't even have a, like, musical analogy but the second one does. but i'm actually already quite content with it so..

about, you guessed it, kataomoi--unrequited love.

kataomoi is actually a japanese word for unrequited love and idk that word is just the cutest and prettiest "unrequited love" can ever be, so i put it there. i really like that word. it gives off positive and cheerful vibe while the meaning itself doesn't as much.. :-)